Saturday, 10 October 2015


}Dasar-dasar Hukum Perdata Internasional (HPI)
Pengertian HPI
Ruang lingkup HPI
Sumber hukum HPI
Materi/muatan HPI
Masalah-masalah pokok HPI
Titik Pertalian dalam HPI
Asas-asas HPI
Pelaksanaan Putusan Hakim Asing
}
Pengertian HPI  (1)
}Belanda: Internasionaal Privaatrecht
}Inggeris: Private International Law/Conflict of Law
}Graveson: bidang hukum yg berkenaan dgn perkara yg mengandung fakta relevan yg berhubungan dgn suatu sistem hukum lain, baik krn aspek teritorialitas/ personalitas & krn itu, dpt menimbulkan masalah pemberlakuan hukum sendiri/hukum lain (biasanya hukum asing) utk memutuskan perkara/menimbulkan masalah pelaksanaan yurisdiksi pengadilan sendiri/pengadilan asing
(Bayu Seto, Dasar-Dasar Hukum Perdata Internasional)
}
}Pengertian HPI  (2)
}Van Brakel: hukum nasional yg ditulis (diadakan) utk hubungan internasional
}Lemaire: hukum yg mengatur hubungan perdata antara subyek hukum dari berbagai negara
(Bayu Seto, Dasar-Dasar Hukum Perdata Internasional)
}Pengertian HPI  (3)
}Keseluruhan kaidah & asas hukum yg mengatur hubungan hukum perdata yg melintasi batas negara
}= Hukum yg mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yg masing-masing tunduk pd hukum perdata (nasional) yg berlainan
(Mochtar Kusumaatmadja)
}
}Pengertian HPI  (4)
}Hukum yg berlaku dlm hubungan antara orang yg satu dgn yg lain yg mempunyai kewarganegaraan berbeda
}Sekumpulan peraturan yg mengatur peraturan apa yg mjd peraturan hukum/peraturan mana yg berlaku mengenai hubungan hukum yg diadakan oleh dua/lebih orang yg tunduk pada tata hukum yg berbeda
}Misal: Laki WNI (tunduk pd Hukum Perdata Indonesia) akan menikah dng perempuan warga negara Jerman (tunduk pd Hukum Perdata Jerman). Hukum mana/hukum apa yg berlaku/mengatur hubungan mereka?
(A. Siti Soetami)
}
}Ruang Lingkup HPI (1)
}HPI=Rectstopassingsrecht: hukum yg diberlakukan, mis.HPI Jerman, Belanda & Indonesia
}HPI=Choice of Law + Choise of Jusrisdiction: hukum yg diberlakukan + hakim yg berwenang, mis. HPI Inggris, AS, negara-negara Anglo Saxon
}Ruang Lingkup HPI (2)
}HPI=Choice of Law + Choise of Jusrisdiction + Condition des Etrangers: hukum yg diberlakukan + hakim yg berwenang + status orang asing, mis. HPI Italia, Spanyol  & negara-negara Amerika selatan
}HPI=Choice of Law + Choise of Jusrisdiction + Condition des Etrangers + nasionalite: hukum yg diberlakukan + hakim yg berwenang + status orang asing, & kewarganegaraan mis. HPI Perancis
}

Sumber Hukum HPI

}Undang-undang
}Traktat (perjanjian)
}Asas-asas Hukum Umum
}Hukum Kebiasaan
}Yurisprudensi nasional & internasional
}Dokrtin hukum (ajaran hukum umum)
}
}Materi/Muatan HPI
}HPI material (substantive) memuat:
    Hukum pribadi, Hukum harta kekayaan, Hukum keluarga, Hukum waris
}HPI Formal (ajektif) mengatur:
ØKlasifikasi
ØPersoalan preliminer/persoalan pendahuluan
ØPenyelundupan hukum
ØPengakuan hak-hak yg telah diperoleh
ØKetertiban umum
ØAsas timbal balik
ØPenyesuaian
ØPemakaian hukum asing
ØRenvoi
ØPelaksanaan keputusan hakim asing
}
}Masalah-masalah Pokok HPI
}Hakim/badan peradilan manakah yg berwenang menyelesaikan persoalan yuridis yg mengandung unsur asing (chois of yuridiction)
}Hukum manakah yg harus diberlakukan utk mengatur &/ menyelesaikan persoalan yuridis yg mengandung unsur asing (the appropriate sistem)
}Bilamanakah pengadilan harus memperhatikan & mengakui putusan hakim asing &/mengakui hak/kewajiban hukum yg terbit berdasarkan hukum/putusan hakim asing
}
}Titik-titik Pertalian dalam HPI
}Belanda: anknopingsputen
}Inggris: connecting factors/point of contact
}Titik taut/titik pertalian: hal-hal/keadaan yg menyebabkan berlakunya suatu stelsel/ sistem hukum (Sudargo Gautama)
}Ada dua macam:
ØTitik pertalian primer (titik taut pembeda)
ØTitik pertalian sekunder (titik taut penentu)
}Titik Pertalian Primer/TPP
(titik taut pembeda/TTP
)
}Faktor-faktor/keadaan-keeadaan/sekumpulan fakta yg melahirkan/menciptakan HPI
}TPP Meliputi:
ØKewarganegaraan
ØBendera kapal & pesawat udara
ØDomisili
ØTempat kediaman (residence)
ØTempat kedudukan badan hukum (legal seat)
ØPilihan hukum dalam hubungan intern
}
Titik Pertalian Sekunder/TPS
(titik taut penentu/TTP) (1)
}Faktor-faktor/sekumpulan fakta yg menentukan hukum mana yg harus digunakan/berlaku dlm suatu hubungan HPI
}Meliputi:
}Tempat terletaknya benda (lex situs=lex rei sitae)
}Tempat dilangsungkannya perbuatan hukum (lex loci actus)
}Tempat diresmikannya perkawinan (lex loci celebrations)
}
}
Titik Pertalian Sekunder/TPS
(titik taut penentu/TTP) (2)

}Tempat ditandatanganinya kontrak (lex loci contractus)
}Tempat  dilaksanakannya perjanjian (lex loci solutionis=lex loci executionis)
}Tempat terjadinya perbuatan melawan hukum (lex loci delicti commisi)
}Pilihan hukum (choise of law)
}Sudargo Gautama: ada kemungkinan TPSjatuhnya bersamaan dng TPP
}
}Asas-asas HPI (1)
}Asas-asas HPI dalam status personal
}Asas-asas HPI dalam hukum perkawinan
}Asas-asas HPI dalam hukum benda
}Asas-asas HPI dalam hukum waris
}Asas-asas HPI dalam status badan hukum
}Asas-asas HPI dalam kualifikasi
}Asas-asas HPI dalam  preliminer/persoalan pendahuluan
}Asas-asas HPI dalam ketertiban umum
}
}Asas-asas HPI (2)
}Asas-asas HPI dalam penyelundupan hukum
}Asas-asas HPI dalam  pengakuan hak-hak yg telah diperoleh
}Asas-asas HPI dalam  timbal balik
}Asas-asas HPI dalam Penyesuaian
}Asas-asas HPI dalam Pemakaian  hukum asing
}Asas-asas HPI dalam Renvoi
}Asas-asas HPI dalam Pelaksanaan keputusan hakim asing
}
}